Silahkan Ketik apa yang anda pikirkan!

Memuat...

Jumat, 12 Juni 2009

Penerapan dalam PPL

·

Penerapan dalam PPL
Pada waktu melaksanakan PPL di sekolah latihan, cobalah lakukan hal-hal berikut ini:

1. Amatilah guru pamong waktu mengajar selama satu jam pelajaran dan lakukan hal- hal berikut:

a. Catat jenis penguatan verbal yang dipakai oleh guru selama sepuluh menit. Hitunglah frekuensi pemakaian setiap jenis.
b. Pilih seorang murid untuk diamati. Apakah ada penguatan yang diberikan kepadanya? Jika ada, dengan cara bagaimana dan bagaimana pula reaksi anak tersebut?
c. Perhatikan secara keseluruhan apakah guru memberikan penguatan segera pada waktu munculnya tingkah laku siswa yang perlu diberi penguatan.
d. Perhatikan apakah ada respons negatif yang diberikan oleh guru dan apa akibatnya.
e. Perhatikan pula cara guru memberikan penguatan. Apakah penguatan diberikan kepada pribadi atau kelompok tertentu atau secara umum.

2. Teliti dan pelajari hasil pengamatan di atas serta manfaatkan hal itu dalam membuat persiapan mengajar.

3. Waktu anda praktik mengajar di sekolah latihan, mintalah bantuan teman anda untuk mengamati dan membuat catatan seperti yang anda lakukan terhadap guru pamong. Manfaatkan hasil pengamatan teman anda itu sebaik-baiknya untuk perbaikan cara mengajar anda selanjutnya.


Read More......

Latihan Penerapan dalam Pengajaran Mikro

·

Latihan Penerapan dalam Pengajaran Mikro

Adakan satu pelajaran singkat antara sepuluh dan lima belas menit mengenai suatu sub materi pokok tertentu. Konsultasikan dengan pembimbing bila ada yang perlu diperbaiki. Sajikanlah pada sekelompok agar dalam pelajaran itu anda dapat memperoleh urunan pendapat dan pemikiran siswa, dan berikanlah penguatan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan atau respons siswa tersebut dengan berbagai jenis penguatan. Perlu diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan bukanlah simulasi, melainkan pembelajaran sebenarnya dalam bentuk kecil.


Read More......

Cara Menggunakan Penguatan

·

Cara Menggunakan Penguatan

1. Penguatan kepada pribadi tertentu
Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan sebab bila tidak, akan kurang efektif. Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu menyebut nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya. Pemberian penguatan pada setiap pribadi siswa dapat dilakukan sxecara verbal atau non verbal.

2. Penguatan kepada kelompok
Penguatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa, misalnya beberapa siswa mengalami kasus yang sama (misal mereka dapat menyelesaikan tugas dengan cepat dan benar). Guru memanggil mereka ke depan, kemudia guru memberi pujian secara bersama kepada mereka. Sebaliknya, bagi beberapa siswa yang tidak memahami jawab dari soal yang diajukan oleh guru, maka guru mengumpulkan mereka (bila perlu di luar kelas) kemudian membimbing serta memberi penguatan secara bersama kepada mereka. Penguatan kepada kelompok ini bisa diperluas pada tingkat klasikal.

3. Pemberian penguatan dengan segera
Penguatan seharusnya diberikan segera mungkin setelah muncul tingkah laku atau respons siswa yang kurang benar. Penguatan yang ditunda, cenderung kurang efektif, serta memunculkan kesan pada siswa bahwa guru kurang atau tidak peduli pada mereka. 

4. Variasi dalam penggunaan
Jenis atau macam penguatan yang digunakan hendaknya bervariasi, tidak terbatas pada satu jenis saja karena hal ini akan menimbulkan kebosanan dan lama-kelamaan akan kurang efektif. Misal, variasi antara pemberi penguatan secara verbal dengan non verbal. Pemberian penguatan secara individu dengan secara kelompok atau klasikal dan sebagainya. 


Read More......

Prinsip Penggunaan Penguatan

·

Prinsip Penggunaan Penguatan

1. Kehangatan dan keantusiasan

Sikap, gaya guru dan penampilan, termasuk suara, mimik, dan gerak badan, akan menunjukkan adanya kehangatan dan keantusiasan dalam memberikan penguatan. Dengan demikian tidak terjadi kesan bahwa guru tidak ikhlas dalam memberikan penguatan karena tidak disertai kehangatan dan keantusiasan.


2. Kebermaknaan

Penguatan hendaknya diberikan sesuai dengan tingkah laku dan penampilan siswa sehingga ia mengerti dan yakin bahwa ia patut diberi penguatan. Dengan demikian penguatan itu bermakna baginya. Diharapkan jangan sampai terjadi sebaliknya.

3. Menghindari penggunaan respons yang negatif

Walaupun teguran dan hukuman masih bisa digunakan, respons negatif yang diberikan guru berupa komentar, bercanda menghina, ejekan yang kasar perlu dihindari karena akan mematahkan semangat siswa untuk mengembangkan dirinya. Misalnya, jika seorang siswa tidak dapat memberikan jawaban yang benar, guru jangan langsung menyalahkannya, tetapi bisa melontarkan pertanyaan kepada siswa lain. Untuk menghindari hal-hal semacam ini sebaiknya guru harus tahu persis karakter dari masing-masing siswa. Apakah siswa acuh dengan sindiran, pekah dengan kata-kata yang berupa sindiran, banyak meminta perhatian dari guru dan sebaginya.


Read More......

Jenis-Jenis Penguatan

·

Penguatan verbal

Bisaanya diungkapkan atau diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya, misalnya bagus; bagus sekali; betul; pintar; tepat sekali yang kamu katakan, seratus buat kamu, dan sebagainya!
Contoh 1:
Guru : “Anak-anak siapa diantara kamu yang mengetahui salah satu sifat udara!” (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa) Coba kamu, Irwan!" (sambil menunjuk kepada Irwan)
Irwan : "Udara mempunyai bentuk seperti wadahnya, Bu!"
Guru : "Bagus, itu jawaban yang tepat. Ibu senang mempunyai siswa yang dapat menjawab dengan baik seperti kamu."


Penguatan nonverbal

a. Penguatan dengan gerak isyarat,
misalnya anggukan atau gelengan kepala, senyuman, kerut kening, acungan jempol, wajah mendung, wajah cerah, sorot mata yang sejuk bersahabat atau tajam memandang.
Contoh 1:
Guru : Anak-anak “Siapa Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia?” (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa) Coba kamu, Badu!"
Badu : Soekarno-Hatta, Pak!
Guru :Mengacungkan Jempol. (Tanda membenarkan jawaban siswa)

b. Penguatan melalui pendekatan:
Guru mendekati siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya guru berdiri di samping siswa, berjalan menuju siswa, duduk dekat seorang atau sekelompok siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.

c. Penguatan dengan setuhan (contact):
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk-nepuk bahu atau pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan.
Penggunaannya harus dipertimbangkan dengan saksama agar sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan latar belakang kebudayaan setempat.

d. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan:
Guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang disenangi oleh siswa sebagai penguatan. Misalnya seorang siswa yang menunjukkan kemajuan dalam pelajaran musik ditunjuk sebagai pemimpin paduan suara di sekolahnya.

e. Penguatan berupa simbol atau benda:
Penguatan ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai simbol berupa benda seperti kartu bergambar, bintang plastik, lencana, ataupun komentar tertulis pada buku siswa. Hal ini jangan terlalu sering digunakan agar tidak sampai terjadi kebisaaan siswa mengharap sesuatu sebagai imbalan. (Buat variasi saja! )

f. Jika siswa memberikan jawaban yang hanya sebagian saja benar,
guru hendaknya tidak langsung menyalahkan siswa. Dalam keadaan seperti ini guru sebaiknya menggunakan atau memberikan penguatan tak penuh (partial). Umpamanya, bila seorang siswa hanya memberikan jawaban sebagian benar, sebaiknya guru menyatakan, "Ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih belum sempurna, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempurnakannya.
Contoh 1:
Guru : Anak-anak “Coba sebutkan alasan pemerintah memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT)? (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa), coba kamu, Farid!"
Farid : Supaya warga yang miskin bisa membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari setelah kenaikan BBM Bu!
Guru : Bagus! Ada alasan yang lain?
Farid : Nampak berfikir!
Contoh 2:
Guru : Anak-anak “Sebutkan fungsi uang! (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa), coba kamu, Lenny!"
Lenny : Uang sebagai alat pembayaran Pak!
Guru : Seratus untuk Lenny, sebutkan pula yang lain!
Lenny : Memikirkan jawab yang diminta guru!

g. Penguatan yang diberikan berupa tulisan/catatan/arahan guru yang membenarkan jawab siswa pada tugas/PR siswa. 
Penguatan semacam ini kurang dilakukan oleh guru, karena banyak memakan waktu karena selain guru memnilai pekerjaan siswa guru juga membenarkan jawab setiap butir yang salah dari jawab siswa. sedangkan penguatan semacam ini sangat efektif dan bersifat pribadi.

h. Guru memberikan tugas kepada seluruh siswa.
Siswa mengerjakan dengan tertib, guru berkeliling untuk mengetahui siswa-siswa yang dapat menjawab dengan benar atau tidaknya. Setelah waktu selesai, guru menunjuk salah satu siswa yang menjawab dengan benar untuk menulis atau membaca jawabannya. Kemudian guru menyuruh pada siswa yang jawbannya masih salah untuk menulis jawaban tersebut. (Penguatan tidak langsung dari guru)
Pemberian penguatan semacam ini sangat baik dan efektif karena hemat waktu, kelemahannya kurang cocok bila waktu tatap muka yang terbatas. Oleh sebab itu perlu diperhatikan kecukupan waktu.


Read More......

Keterampilan Memberi Penguatan

·

Keterampilan Memberi Penguatan

Kompetensi Dasar : Dapat memahami dan mengaplikasikan ketrampilan memberi penguatan secara benar dalam proses pembelajaran.
Indikator :
a) Dapat menyebutkan jenis-jenis penguatan
b) Dapat memberi beberapa contoh penguatan verbal
c) Dapat memberi beberapa contoh penguatan non verbal
d) Dapat menyebutkan kebaikan dan kelemahan pemberian penguatan,
e) Dapat memberi alternatif pemberian penguatan bila salah satu dari penguatan tdk bermakna
f) Dapat menyebutkan prinsip-prinsip pemberian penguatan
g) Dapat menggunakan pemberian tepat sasaran,
h) Dapat menerapkan pemberian penguatan dalam proses pembelajaran.

Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang betujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas jawaban atau perbuatannya sebagai suatu motivasi ataupun koreksi. Atau, penguatan adalah respons terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar-mengajar.


Read More......

Kamis, 11 Juni 2009

Latihan Penerapan Keterampilan Bertanya Dasar

·

Latihan Penerapan Keterampilan Bertanya Dasar

1. Dalam pengajaran mikro
Siapkan satu kegiatan pengajaran yang banyak menggunakan interaksi verbal antara anda dengan yang anda anggap siswa. Buatlah beberapa pertanyaan yang akan anda ajukan selama pengajaran berlangsung. Gunakan komponen keterampilan bertanya dasar yang sesuai dengan pelajaran.


2. Dalam praktik pengalaman lapangan
Amatilah pola penyebaran pertanyaan oleh guru pamong anda. Apakah faktor-faktor penting yang mempengaruhinya? Bila perhatian guru tidak tersebar, bagaimana mengatasinya? Jika anda mengajar, mintalah teman sejawat anda untuk mencatat pemakaian komponen keterampilan bertanya dasar. Gunakan lembar observasi dan diskusikan hasilnya.


3. Penerapan keterampilan bertanya lanjut dalam praktik pengalaman lapangan
a. Pada waktu anda melaksanakan PPL di sekolah latihan, sebaiknya amati dahulu cara dan jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru pamong, kemudian catatlah hal-hal berikut:
1) Pola urutan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru pamong di kelasnya. Apakah pertanyaan yang agak umum diikuti dengan pertanyaan pelacak?
2) Pertanyaan-pertanyaan guru pamong untuk meningkatkan daya nala siswa?
3) Apakah guru menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara acak?
4) Apakah guru cukup memberikan waktu berpikir kepada siswa untuk menjawab pertanyaan?
5) Apakah jenis pertanyaan guru pamong mengikuti jenjang pertanyaan menurut Taksonomi Blom?
6) Apakah jenis pertanyaan guru pamong sermpit dan luasnya sasaran?

b. Gunakan hasil catatan itu pada waktu anda mendapat tugas praktik di sekolah latihan.
c. Gunakan hasil catatan tersebut sebagai bahan bandingan rencana anda praktik di sekolah
  latihan.



Read More......

Top100

100 Blog Indonesia Terbaik

Follower

The One

Guest Book

KBlogger

Conections


IP

Blog Archive