Penguatan verbal
Bisaanya diungkapkan atau diutarakan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan, dan sebagainya, misalnya bagus; bagus sekali; betul; pintar; tepat sekali yang kamu katakan, seratus buat kamu, dan sebagainya!
Contoh 1:
Guru : “Anak-anak siapa diantara kamu yang mengetahui salah satu sifat udara!” (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa) Coba kamu, Irwan!" (sambil menunjuk kepada Irwan)
Irwan : "Udara mempunyai bentuk seperti wadahnya, Bu!"
Guru : "Bagus, itu jawaban yang tepat. Ibu senang mempunyai siswa yang dapat menjawab dengan baik seperti kamu."
Penguatan nonverbal
a. Penguatan dengan gerak isyarat,
misalnya anggukan atau gelengan kepala, senyuman, kerut kening, acungan jempol, wajah mendung, wajah cerah, sorot mata yang sejuk bersahabat atau tajam memandang.
Contoh 1:
Guru : Anak-anak “Siapa Bapak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia?” (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa) Coba kamu, Badu!"
Badu : Soekarno-Hatta, Pak!
Guru :Mengacungkan Jempol. (Tanda membenarkan jawaban siswa)
b. Penguatan melalui pendekatan:
Guru mendekati siswa untuk menyatakan perhatian dan kesenangannya terhadap pelajaran, tingkah laku, atau penampilan siswa. Misalnya guru berdiri di samping siswa, berjalan menuju siswa, duduk dekat seorang atau sekelompok siswa, atau berjalan di sisi siswa. Penguatan ini berfungsi menambah penguatan verbal.
c. Penguatan dengan setuhan (contact):
Guru dapat menyatakan persetujuan dan penghargaan terhadap usaha dan penampilan siswa dengan cara menepuk-nepuk bahu atau pundak siswa, berjabat tangan, mengangkat tangan siswa yang menang dalam pertandingan.
Penggunaannya harus dipertimbangkan dengan saksama agar sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan latar belakang kebudayaan setempat.
d. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan:
Guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang disenangi oleh siswa sebagai penguatan. Misalnya seorang siswa yang menunjukkan kemajuan dalam pelajaran musik ditunjuk sebagai pemimpin paduan suara di sekolahnya.
e. Penguatan berupa simbol atau benda:
Penguatan ini dilakukan dengan cara menggunakan berbagai simbol berupa benda seperti kartu bergambar, bintang plastik, lencana, ataupun komentar tertulis pada buku siswa. Hal ini jangan terlalu sering digunakan agar tidak sampai terjadi kebisaaan siswa mengharap sesuatu sebagai imbalan. (Buat variasi saja! )
f. Jika siswa memberikan jawaban yang hanya sebagian saja benar,
guru hendaknya tidak langsung menyalahkan siswa. Dalam keadaan seperti ini guru sebaiknya menggunakan atau memberikan penguatan tak penuh (partial). Umpamanya, bila seorang siswa hanya memberikan jawaban sebagian benar, sebaiknya guru menyatakan, "Ya, jawabanmu sudah baik, tetapi masih belum sempurna, sehingga siswa tersebut mengetahui bahwa jawabannya tidak seluruhnya salah, dan ia mendapat dorongan untuk menyempurnakannya.
Contoh 1:
Guru : Anak-anak “Coba sebutkan alasan pemerintah memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT)? (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa), coba kamu, Farid!"
Farid : Supaya warga yang miskin bisa membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari setelah kenaikan BBM Bu!
Guru : Bagus! Ada alasan yang lain?
Farid : Nampak berfikir!
Contoh 2:
Guru : Anak-anak “Sebutkan fungsi uang! (guru memberi kesempatan pada siswa, kemudian menunjuk salah siswa), coba kamu, Lenny!"
Lenny : Uang sebagai alat pembayaran Pak!
Guru : Seratus untuk Lenny, sebutkan pula yang lain!
Lenny : Memikirkan jawab yang diminta guru!
g. Penguatan yang diberikan berupa tulisan/catatan/arahan guru yang membenarkan jawab siswa pada tugas/PR siswa.
Penguatan semacam ini kurang dilakukan oleh guru, karena banyak memakan waktu karena selain guru memnilai pekerjaan siswa guru juga membenarkan jawab setiap butir yang salah dari jawab siswa. sedangkan penguatan semacam ini sangat efektif dan bersifat pribadi.
h. Guru memberikan tugas kepada seluruh siswa.
Siswa mengerjakan dengan tertib, guru berkeliling untuk mengetahui siswa-siswa yang dapat menjawab dengan benar atau tidaknya. Setelah waktu selesai, guru menunjuk salah satu siswa yang menjawab dengan benar untuk menulis atau membaca jawabannya. Kemudian guru menyuruh pada siswa yang jawbannya masih salah untuk menulis jawaban tersebut. (Penguatan tidak langsung dari guru)
Pemberian penguatan semacam ini sangat baik dan efektif karena hemat waktu, kelemahannya kurang cocok bila waktu tatap muka yang terbatas. Oleh sebab itu perlu diperhatikan kecukupan waktu.
Read More......